Selamat Datang Di Blog Serba - Serbi Kabupaten Sekadau

Jumat, 01 Juli 2011

Dampak Perkebunan Sawit Terhadap Lingkungan

Indonesia merupakan kawasan yang dijadikan sebagai suatu lahan bisnis bagi perusahaan-perusahaan besar sebagai contoh Perusahaan Kelapa Sawit.
Disebutkan, meningkatkan harga minyak sawit menyebabkan pembukaan kebun sawit skala besar di berbagai negara, terutama di daera tropis Indonesia dan Malaysia.
Dampak yang ditimbulkan perkebunan sawit itu melahirkan bencana ekologis seperti kebakaran hutan, banjir, serta tanah longsor.
Konflik tanah serta dampak sosial dari usaha perkebunan sawit menjadi ancaman serius, oleh karena itu ada inisiatif agar usaha ini ramah lingkungan dan berkelanjutan yang diprakarsai perkebunan kelapa sawit itu sendiri.
Kemudian disusun standar pengelolaan perkebunan sawit sesuai kaidah kelestarian lingkungan, lalu mengeluarkan sertifikasi standar yang memastikan CPO dihasilkan benar-benar memenuhi prinsip sesuai kreteria yang disyaratkan itu.
Misalnya saja, CPO dihasilkan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan serta tidak terlibat konflik sosial dengan masyarakat di sekeliling perkebunan.
Di Indenesia ada lima perusahaan yang sudah bersetifikat yang disebut sertifikat RSPO, yaitu Musim Mas Gorup, Wilmar Group, London Sumatera, Hindoli, dan Sinar Mas Group.


Di Kalteng ada beberapa perusahaan holding yang sudah dapat dan mengajukan sertifikat RSPO, seperti perusahaan Musi Mas, Wilmar Group, Simedarby, United Plantation (UP), dan beberapa perusahaan lagi. Sedangkan di Kalbar juga ada perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang semakin hari semakin memperbesar kawasannya.
Di beberapa perusahaan yang sudah mendapatkan sertifikai masih juga banyak melaksanakan praktek yang tidak berjalan dengan prinsip dan kreteria, konflik tanah masih terjadi, standar lingkungan selalu dilanggar.
Hal itu karena RSPO bukan mengikat sifatnya hanya sukarela yang melanggar tak diberi sanksi.
Oleh karena itu Walhi Kalteng menggelar dialog guna melihat sejauhmana kepatuhan perusahaan menjalankan prinsip RSPO, serta mampukah RSPO menjaga standar pengelolaan perkebunan sawit sesuai kaidah kelestarian lingkungan hidup dan sosial secara berkelanjutan.

Pernahkan kita berfikir sejenak, apa dampak dari perkebunan sawit...??

Banyak janji-janji manis yang ditebarkan oleh perusahaan-perusahaan, namun jika telah terjadi dampak yang disebabkan oleh kelapa sawit mereka lepas tangan. Seperti akar dari kelapa sawit sangat sulit untuk dibersihkan walaupun pohon sawit tersebut telah mati, namun dibutuhkan bertahun-tahun agar akar dan tanah yang telah ditanami kelapa sawit dapat digunakan lagi. Atau tanah yang ada akan menjadi gersang karena unsur-unsur hara yang ada di dalam tanah telah habis.
Pulau Kalimantan yang merupakan pulau tertua, awalnya banyak ditemukan jenis-jenis pohon-pohon langka, hewan pirimata-primata penghuni hutan liar, namun kini sangat susah ditemukan.
Selain itu kondisi udara di bum juga telah mengalami perubahan detik demi detik.  Hal ini merupakan imbas dari penebangan kawasan hutan yang tidak terencana.


Sebagai suatu harapan agar anak cucu nanti masih dapat melihat betapa indahnya alam yang luas dan pohon-pohon lebat, maka mulai dari sekarang upayakan dalam menerima suatu perusahaan pertimbangkan matang-matang apa dampak yang ditimbulkan baik dampak positip maupun negatif. (gl)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Perhatian-------------->>>>>>>>>>>>>!!!!!!!!

>>>>>>>>> Redaksi menerima komentar tentang isi blog, apabila Redaksi merasa isi komentar mengandung unsur SARA, FITNAH, dll..... Maka Redaksi Berhak tidak menampilkan isi komentar >>>>>>>>>>
>>>>>>>>>> Terimakasih Anda Telah Bergabung Di Blog ini >>>>>>>>>>